Akibat Miras, Nyawa Terampas

Akhir-akhir ini berita tentang kasus miras oplosan telah banyak menyita media pemberitaan di Indonesia. Bukan sekedar bahan obrolan saja tetapi fakta membuktikan bahwa korban tewas akibat miras oplosan telah mencapai puluhan orang di banyak daerah di Indonesia.

Jumlah korban terkait miras oplosan ditaksir mencapai 31 orang yang meninggal dunia, berikut data yang didapat: Di Bekasi Kota, ada tujuh orang meninggal dunia, di Depok enam warga meninggal dunia, delapan warga Jagakarsa, Jakarta Selatan juga dinyatakan meninggal dunia, dan terdapat 10 warga Jakarta Timur meninggal dunia akibat menenggak miras oplosan.

Di antara korban tewas adalah seorang perempuan sementara korban lainnya pria berusia 20 hingga 50 tahun. Ya, pecandu miras mulai dari usia yang cukup dewasa hingga yang tak lagi muda. Sebuah fenomena yang sangat menggilakan.

Kasus ini bukanlah suatu hal yang baru, terus terjadi berulang-ulang. Ketika miras menjadi langganan, tindakan kriminal pun semakin bertebaran. Masyarakat menjadi ketakutan, sebab maraknya tindakan bodoh yang mengerikan di tengah kehidupan. Hal ini disebabkan peminum telah kehilangan akal sehatnya. Sehingga bisa melukai orang-orang yang ada disekitarnya.

Kesenjangan ekonomi menjadi salah satu penyebab membuat para pecandu miras khususnya yang berada di kelas bawah lebih memilih minuman keras oplosan dibanding miras legal yang harganya cukup menguras kantongnya. Tetapi tetap saja, mau miras oplosan ataupun tidak, tetap saja mengonsumsi miras selain melanggar aturan agama juga akan membahayakan kesehatan dan merusak generasi-generasi muda. Apalagi menenggak miras oplosan yang mengandung zat berbahaya. Nyawa pun jadi sasaran.

Dalam sebuah hadist menyatakan bahwa setiap minuman yang memabukkan adalah khamr dan setiap yang memabukkan adalah haram. Barang siapa minum khamr di dunia lalu ia mati dalam keadaan masih tetap meminumnya (kecanduan) dan tidak bertobat, maka ia tidak akan dapat meminumnya di akhirat (di surga) (HR. Muslim)

Bahkan pihak-pihak yang bersangkutan dengan khamr juga telah dilaknat Rasulullah saw, sebagaimana hadist berikut. Rasulullah Saw telah melaknat dalam hal khamr 10 pihak: Pemerasnya, yang minta diperaskan, peminumnya, pembawanya, yang minta dibawakan, penuangnya, penjualnya, pemakan harganya, pembelinya dan yang minta dibelikan (HR at-Tirmidzi dan Ibn Majah).

Source : https://www.islampos.com/82354-82354/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *