Manusia-manusia Berwajah Buruk

TIDAK ada yang sifatnya berlebih, baik kecantikan maupun ketampanan sifatnya hanya relatif. Nilai relatif itu sendiri ditentukan dari cara mana hal itu dilihat oleh seseorang. Sama halnya dengan cara penilaian dari sudut pandang Rasulullah SAW. Beliau memaparkan perihal orang-orang dengan ciri wajah yang buruk, yaitu :

1. Orang yang Bermuka Dua

Manusia berwajah buruk pertama menurut Rasulullah adalah orang yang bermuka dua. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda, “Kalian akan mendapati seburuk-buruk manusia adalah orang-orang yang bermuka dua. Dia mendatangi kelompok yang ini dengan satu wajah, dan mendatangi kelompok lainnya dengan wajah lain pula,” (HR. Bukhari-Muslim)

Dimana hal ini diumpamakan untuk orang-orang yang munafik. Sebab mereka tidak memiliki pendirian dan keteguhan dalam imannya. Sehingga apabila berkumpul dengan orang-orang shaleh, maka mereka seakan-akan menjadi bagian dari orang-orang shaleh tersebut. Akan tetapi apabila berkumpul dengan orang-orang kafir, ia bisa menjadi lebih dahsyat kefakirannya dibandingkan kaum kafir itu sendiri. Oleh sebab itu, Allah mengancam bahwa kelak kaum munafik akan dimasukkan ke dasar neraka yang terdalam.

2. Orang yang Ditakuti Sesama Manusia karena Kejahatannya

Manusia berwajah buruk kedua menurut Rasulullah adalah orang yang ditakuti karena kejahatannya. Pernah suatu ketika seseorang meminta izin untuk bertemu dengan Rasulullah. Saat melihatnya, Rasulullah mengatakan bahwa “izinkanlah ia masuk. Dia ini adalah seburuk-buruknya keturunan suatu kabilah.”

Dan ketika orang tersebut masuk, ternyata Rasululah menyambutnya dengan sikap yang ramah dan bahkan mereka tertawa bersama. Sehingga ketika orang tersebut telah pergi, maka Aisyah pun bertanya kepada Rasulullah tentang sikap yang ditunjukkan oleh beliau padahal orang tersebut adalah orang yang paling buruk.

Maka Rasulullah pun menjawab, “Wahai Aisyah, sungguh manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah adalah seseorang yang ditinggalkan atau dijauhi oleh sesamanya karena mereka takut atas kejahatannya,” (HR. Bukhari-Muslim).

3. Orang yang Tidak Disadarkan Oleh Pesan-pesan Al-Quran

Manusia berwajah buruk ketiga menurut Rasulullah adalah orang yang tidak disadarkan oleh pesan Al-Quran. Maksudnya adalah ketika ia membaca Al-Quran namun hatinya tidak sedikitpun tersentuh atau tersadarkan. Sehingga ia tidak mempan dengan nasihat dari Allah dikarenakan hatinya telah terkunci mati dari kebaikan.

Oleh sebab itu Rasulullah ﷺ pun bersabda, “Di antara manusia yang terburuk adalah seorang pendurhaka lagi kurang ajar, yang membaca Kitab Allah namun tidak tersadarkan oleh satu pun darinya,” (Riwayat Ahmad).

4. Orang yang Panjang Umurnya, Namun Buruk Amal Perbuatannya

Dalam sebuah riwayat Abu Bakrah bercerita bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah, “Orang seperti apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Dia bertanya lagi, “Lalu, orang seperti apa yang paling buruk?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya, tapi jelek amal perbuatannya,” (Riwayat Tirmidzi).

5. Orang yang Tidak Bisa Diharapkan Kebaikannya

Manusia berwajah buruk lainnya menurut Rasulullah adalah orang yang tidak bisa diharapkan kebaikannya. Sebagaimana disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah mengatakan kepada para sahabatnya bahwa orang yang terbaik adalah orang yang bisa diharapkan kebaikan darinya, sementara orang yang terburuk adalah orang yang tidak bisa diharapkan kebaikan darinya.

Source : https://www.islampos.com/manusia-manusia-berwajah-buruk-79282/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *