Soal Hasrat, Istri dan Suami Memang Beda

Ringkasnya, semua keinginan suami harus bisa dipenuhi oleh istri. Kemudian seorang suami harus berusaha memenuhi keperluan istrinya karena suami adalah pemimpin dalam keluarga.

Seorang istri dalam memenuhi hasrat suami, pertimbangannya relatif sederhana:

1. Ketaatannya pada Allah terutama fardhu ‘ain

2. Ketaatannya pada suami

3. Jadi selama tidak bertentangan dengan perkara fardhu ‘ain, seorang istri langsung menunaikan kewajibannya tersebut.

Sedangkan seorang suami dalam memenuhi hasrat istrinya, pertimbangannya lebih banyak:

Ketaatannya pada Allah terutama fardhu ‘ain

Posisi sebagai pemimpin dan pendidik keluarga

Kewajibannya terhadap masyarakat terutama fardhu kifayah

Jadi dengan demikian seorang suami tidak dapat serta-merta memenuhi hasrat istrinya, karena ada pertimbangan lain. Misalkan sang suami ada kewajiban di luar rumah yang mendesak dalam perkara fardhu kifayah, sehingga tidak dapat segera mengurus istrinya. Dapat juga terjadi istri perlu dididik dengan didiamkan dulu sementara jika ada masalah syariat yang perlu diselesaikan dengan cara didiamkan.

Ringkasan

Bagi istri: wajib segera memenuhi kebutuhan fitrah suaminya.
Bagi suami: dalam kondisi ringan, yang terbaik bagi suami adalah untuk segera memenuhi kebutuhan fitrah istrinya tersebut.

Sumber : https://www.islampos.com/soal-hasrat-istri-dan-suami-memang-beda-2-79716/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *